Sakit tiada nasab pada usia
Serupa menggantang musim
Datang dan pergi dalam kejap
Bibitnya berakar pada nasib
Sakit menyergap bertudung senyap
Menebar panas di sekujur
Tancapkan pening di kening
Bobotnya berbanding lurus
Sakit hinggap tanpa pilih dan pilah
Menerjang tembok, juga gubuk
Menyebar tanpa kulonuwun
Bebetnya kelabui teraling inkubasi
Rabu, 19 Juni 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar