Siang itu angin menggiring kemarau
Di depan seseorang mengetuk pintu
Tasnya diselempang lusuh
Bajunya lekat punggung sebab peluh
Sejenak uluk salam
Disambung petuah, ajaran dan ujaran
Disebutnya Tuhan dan kedekatannya
Dikenalkannya para nabi. Sahabat dan kekasihnya
Diterangkannya malaikat sebagai penjaganya
Sedangkan para wali adalah teman seperjuangan
Setelah penjabaran,
dengan tubuh sedikit membungkuk,
dengan tangan di bawah,
dengan suara sedikit ditekan,
memohon dengan sangat
mengemis sumbangan
untuk pembangunan rumah ibadah
yang alamatnya tertera di pelosok peta buta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar