Langkah menyeret kaki hampiri sejarah
Tenggelam dalam hingga mata hati
Serupa bajak menghujam lumpur sawah
Jejaknya benamkan lara rumput kering
Setiap pijak yang membentuk jejak
Harga yang dinisbahkan pada kaki
Segenap cinta yang coba diraih
Adalah telapak sebagai wadahnya
Sabtu, 03 Agustus 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar