Seonak duri
Melintang di sepi jalan
Tangan menepi
Cegah mengalir luka
Anjing kurus julurkan lidah
Kakinya timpang luka
Tangan pendosa menarik timba
Membasuh dahaga
Genap seratus nyawa tikam
Antara jarak dan kematian
Lelah memanggul sesal
Hingga lebih satu langkah
Satu per satu bintang padam
Tangan tengadah pada malam
Doa naik ke langit dunia
Air mata senyap di sajadah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAU ITU
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar