Musim memamah bumi lara
Rasanya sedikit asin air mata
Jubah kelamnya malaikat maut
Sendirian tanpa bintang utara
Seperti mendung yang menggantung
Runtuh menangisi kepedihan
Semua dilewatinya
Sisanya hanya sakit yang sekarat
Kehilangan yang abadi
Dan cerita yang jauh
Jumat, 27 Maret 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar