Dari mata langit kita menampung banjir
Sungai meneguknya dengan rakus kemarau
Dibilasnya kerontang hingga kubangan
Akar tercerabut dari haribaan
Sedangkan ibu telah hilang pusaka
Di perutnya bumi merah rekah mengering
Kulitnya kisut dengan selarik ilalang
Seperti luka disekujur yang renta
Zaman bercerai dari bumi yang rentan
Dari rahimnya asap merabu langit
Kemanusiaan sesuai bilah bermata dua
Sebagai syahwat dan ketakutan ilahiah
Minggu, 01 Maret 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar