Kamis, 30 April 2020

BURUH TANPA TANDA JASA (i)

Buruh dimana waktunya diperah
Gajinya digerogoti kredit
Makan siang tergesa di kantin
Pulang kerja lewati pemeriksaan
(Seluruh tubuh diraba hingga geli)
Dan gerbang besi yang menatap dingin

Buruh ketika menghempas lelah di kontrakan
Setelah mencapai kuota produksi
Shift malam dan secangkir kopi sachet
Mesin yang terus muntahkan keuntungan
Mata merah lelah mengawasi

Libur, serupa kandang penangkaran birahi
Dengan bau feromon kodian
Dan semua aksesoris kredit
Gadis adalah bunga dengan putik matang
Buruh sebagai lebah pembawa serbuk sari
Berdua di taman kota sambil menikmati jajan kaki lima

Kontrak, sebagai hakim
Abah di lembur menjual sapi
Emak gadaikan mas-masannya
Mandor dibujuk
Hadiah dilungsur
Dengan harapan tetap menjadi buruh
Asap cerobong pabrik tetap hitam menuju langit biru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata