Sabtu, 02 Mei 2020

SEKOLAH

Sebagaimana bernaungnya segala kesakralan
Dimana langit dijunjung
Jiwa disucikan dalam kawah pegetahuan
Dimurnikan oleh asuhan dan pengawasan

Usia diabdikan pada keingintahuan
Menyerap kebijakan dan kebajikan

Ketika cantrik kembali membumi
Langkah pertamanya adalah ragu
Memilih kiri atau kanan
Sebab tidak diajarkan mengambil keputusan

Sewaktu seluruh tubuh dan hatinya telah dipenuhi luka
Disadarinya sekolah terbaik adalah hidup itu sendiri

1 komentar:

  1. Puisi ini menggambarkan perjalanan seorang individu yang menjalani pendidikan formal, yang awalnya dianggap sebagai tempat sakral di mana pengetahuan dan kebajikan diperoleh. Namun, dalam prosesnya, terungkap bahwa pendidikan yang didapatkan mungkin tidak mempersiapkan siswa sepenuhnya untuk realitas hidup, terutama dalam hal mengambil keputusan dan menghadapi tantangan.

    Metafora seperti "cantrik" (murid) dan "langit dijunjung" memperkuat kesan tradisional dan penghormatan terhadap pendidikan, sementara akhir puisinya menegaskan bahwa kehidupan nyata adalah guru terbaik. Bagaimana menurutmu mengenai pesan puisi ini?

    BalasHapus

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata