Singgasananya teraling
Awan serupa labirin
Tebal dan kelabu
Jubahnya hilang silau
Basah hujan semalam
Kadang mengintip sekejap
Sekedip cahaya
Dari ketinggian hari
Dipandangi bumi lara
Diperintah segenap terang
Mendampingi langit
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar