Sabtu, 01 Agustus 2020

DESAKU BERUBAH

Dahulu, lewat tengah malam
Orang mengangkat rejeki di bahu
Dari gunung ke hari pasar
Melangkah beriring 
Laki dan perempuan
Diterangi oncor 
Cahayanya goyang sebab angin

Kini, rejeki dijemput seluruh
Tak kenal siang malam
Tiada hari pasar digelar
Kebutuhan datang sendiri
Menawarkan dirinya terbungkuk
Sedangkan jarak hitungan detik
Datang dan pergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...