Tubuhnya meringkuk di dinding
Waktupun telah lupa warnanya
Terkadang ia menatap ruangan
Catnya kian pudar
Sawang coba membantunya tegak
Lukisan itu terasing sendiri
Tiada yang sengaja menolehnya
Cicak kawin pun enggan
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar