Selasa, 29 September 2020

BERTANDANG

Dengan membawa seikat rindu
Kau datangi malam muda

Kita duduk di kursi penjalin
Yang mengkilap karena usia
Sambil menikmati teh seduhan
Dan obrolan ringan

Ucap mengacak kenangan
Tentang tahun yang hilang

Kita mengemas tawa
Menutur kebodohan yang memalukan
Juga sedih merintih
Sebab kemana semua jejak mengarah

Diam nyatanya menjadi yang ketiga
Karena haru biru di pelupuk

Rindu telah menggenang
Kata kini tersedak
Cangkir hanya tersisa dingin
Angin mengantar malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESENSI

Pikiran masih lembar kosong. Bersih.  Tiada prasangka tanpa praduga Huruf terjalin dan kata berpilin Arti mulai mengendap, senyap Kalimat be...