Sabtu, 12 September 2020

PUTUS

Layangan itu mengendalikan angin
Mengikatnya di rangka bambu
Tubuhnya menari sore

Layangan itu jatuh di halaman
Mendarat lembut di rumputan
Berlindung dari kejaran tangan

Kecewa terlukis di kertasnya
Sedikit benang mengekor
Langit menolak hadirnya

Koyak melukai harga dirinya
Seekor kucing mengendap mendekati
Mencacah tubuh ringkihnya menjadi serpihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...