Jumat, 13 November 2020

MENDADAK RINDU

Tiba-tiba aku rindu pada mendung
Pada pedihnya yang kelabu
Pada tangisnya yang debu   
Pada tetesan pertama di daun jatuh

Sebab apa ia tidak datang menjenguk? 
Apakah luka koyak tahun lalu belum menutup? 
Katanya waktu dapat melupakan dendam? 
Bahkan matahari telah ikhlas berpindah ke selatan

Mungkin langit tak ingin riasan birunya pudar
Apalagi hingga dicemooh oleh seringai petir
Yang pasti panas naik hingga ubun-ubun
Cuaca terengah karena telah bunting tua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESENSI

Pikiran masih lembar kosong. Bersih.  Tiada prasangka tanpa praduga Huruf terjalin dan kata berpilin Arti mulai mengendap, senyap Kalimat be...