Minggu, 01 November 2020

SATU KETIKA

Bermalasan memandangi mendung
Jendelapun ikut murung
Mendung balas memandang
Dan langit kian tebal terselubung

Posisi duduk kuperbaiki
Agar angin mudah berbisik
Ia datang membawa sepercik air
Selembar daun jatuh dan seikat dingin

Mendung merasa likat
Karena mataku terus menatap
Akhirnya air ditumpahkan bah
Ke pohon ke bumi ke jendela

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...