Yang sejak lama diam
Hanya memandang benci
Dan bisik di ruang diskusi
Perlawanan adalah alat
Semenjak batu asah
Semenjak benturan kata
Hingga merah darah
Perlawanan adalah kita
Mayoritas tiada panggung
Menggeram dendam
Menusukkan hujah hingga luka
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar