Yang sejak lama diam
Hanya memandang benci
Dan bisik di ruang diskusi
Perlawanan adalah alat
Semenjak batu asah
Semenjak benturan kata
Hingga merah darah
Perlawanan adalah kita
Mayoritas tiada panggung
Menggeram dendam
Menusukkan hujah hingga luka
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar