Pikiran melompati alam bawah
Sepenanak nasi kemudian,
hanya ada kosong yang nisbi
Terus menerus tenggelam
Sehingga menjumpai dasar
Warnanya pijar putih
Sebuah kesadaran
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar