Senin, 25 Januari 2021

MATI ANGIN

Sesungguhnya mata telah diarahkan ke penjuru
Membidik obyek yang hendak dilukis dengan kata-kata
Nyaris semua yang ditatap telah memiliki warna katanya sendiri

Tiba-tiba, "ting", terbit ilham dari antah berantah
Seperti perawan kencur aromanya
Seperti kumpulan huruf telanjang tanpa aksesoris makna

Di dasar hati, ditaburi kebijakan dari pikiran
Satu demi satu makna disematkan pada tubuh lugu
Seperti perhiasan yang mengikuti jaman

Ketika tuntas digodok dalam kawah kebijaksanaan, 
aku terpana dan memicing heran, 
mengapa kata makin tak dikenal? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...