Matahari melintas dengan jumawa
Serupa Anoman obong
Panasnya disampirkan pada angin,
pada siang,
pada gemerisik daun
Di ufuk paling Barat,
awan tebal bergulung
Nyaris debur ombak
Bersiap muntahkan musim
Menanti matahari lengah
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar