Matahari melintas dengan jumawa
Serupa Anoman obong
Panasnya disampirkan pada angin,
pada siang,
pada gemerisik daun
Di ufuk paling Barat,
awan tebal bergulung
Nyaris debur ombak
Bersiap muntahkan musim
Menanti matahari lengah
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar