Matahari melintas dengan jumawa
Serupa Anoman obong
Panasnya disampirkan pada angin,
pada siang,
pada gemerisik daun
Di ufuk paling Barat,
awan tebal bergulung
Nyaris debur ombak
Bersiap muntahkan musim
Menanti matahari lengah
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar