Mengapa tak kembali kelasiku
Sekedar kabar tak tentu
Dahulu kau bekerja dalam bisu
Mengapa tak kembali kelasiku
Kini kau menjadi tajuk
Semoga damai rahayu
Mengapa tak kembali kelasiku
Apapun terjadi kau tetap Indonesiaku
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar