Air mata turut menuntut
Kata-kata kian meninggi disulut emosi
Seperti daun kering dibakar kemarau
Beberapa patah petuah mencoba kukuh
Namun amarah seperti dalam sekam
Sedikit angin lesus bertiup
Api kembali berkobar. Merah.
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar