Air mata turut menuntut
Kata-kata kian meninggi disulut emosi
Seperti daun kering dibakar kemarau
Beberapa patah petuah mencoba kukuh
Namun amarah seperti dalam sekam
Sedikit angin lesus bertiup
Api kembali berkobar. Merah.
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar