Dengan kata kita menggores
Secermin retak serambut gelisahWalau direkatkan oleh cinta
Bekasnya tetap serabut
Katanya waktu menyembuhkan
Menetapi sabar dan solat
Namun sisanya sebagai bekas luka
Menebal di palung hati
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar