Rasuki liang lahat yang keras kemarau
Sekedar jarak coba bertahan
Selembar masker melindungi
Virus merebak sebagai cendawan di musim hujan
Meruyak seumpama deret ukur
Puncaknya serupa gunung es
Maka bertiwikrama menjadi pandemi
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar