Rasuki liang lahat yang keras kemarau
Sekedar jarak coba bertahan
Selembar masker melindungi
Virus merebak sebagai cendawan di musim hujan
Meruyak seumpama deret ukur
Puncaknya serupa gunung es
Maka bertiwikrama menjadi pandemi
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar