Rasuki liang lahat yang keras kemarau
Sekedar jarak coba bertahan
Selembar masker melindungi
Virus merebak sebagai cendawan di musim hujan
Meruyak seumpama deret ukur
Puncaknya serupa gunung es
Maka bertiwikrama menjadi pandemi
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar