Selasa, 07 September 2021

MALAMKU

Aku mengajak malamku mendatangi kota
Di antara dua gunung berteduh
Kemarau berangin debu
Penghujan beratap awan kelabu

Di kota, malam berpencaran
Di antara kafe yang penuh lampu gantung
Bangunan kantor yang diam di kegelapan
Dan tawa ria di sela-sela sinar lampu

Jalan pada itu waktu masuki pukul delapan
Pembatas diletakkan untuk membatasi malam
Namun kendaraan berupaya melintasi
Mencari jalan pulang ke rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata