Jumat, 15 Oktober 2021

FRIKSI

Hatiku berkata, ya, kau benar! 
Namun akalku tersandung kerikil
Dengan naiknya derajat emosi
Hati dan akalku beradu punggung

Dengan kata kita bangun jembatan
Penghubung antara emosi yang pedih
Diikat dan dililit sedu sedan
Dikuatkan pilu yang mendelu

Tali telah diikat dan direkatkan
Karena usia butuh kompromi
Maka setelah friksi pergi
Kita hanya tinggal senyum merekah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...