Tak ada angin hanya sumuk
Mendung serupa riasan, tebal
Melingkupi menutupi
Sedikit demi sedikit langit merekah
Menumpahkan kandungannya
Titik air yang jatuh bersatu dengan tanah
Melepas petrikor dari pelukannya
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar