Kamis, 09 Desember 2021

DILEMA

(Kepada Rumini) 

Kau memilih mendekap ajal
Menjauhi pintu yang terbakar
Di ruang putih dengan abu panas 
Kau telungkup dan meringkuk
Sembunyi dari amarah api

Dari putus asa hingga pasrah 
Sebagai jarak terbentang
Sedetik diam terbetik ragu 
Hati pun takut hingga tekad
Maka rebah ia berkalang tanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...