Selasa, 22 Februari 2022

MENGANTAR

Dari jarak ku tatap
Tubuhmu melenggang
Kebaya serta tas anyam plastik
Bersatu dengan lanskap pasar

Di los sayuran
Kau menawar kau membayar
Setitik keringat di dahi
Berpendar oleh sinar matahari

Penjual ikan asin tempat berhenti
Ditimang dan ditekan
Ikan dibungkus kertas koran
Ikan masuk ke dalam tas

Setelah setengah harian
Dia tetap berkebaya
Dia tetap berkeringat
Dia mendatangiku

Tas belanja ditaruh di belakang
Dengan anggun ia duduk di depan
Aku tersenyum sambil mengayuh
Siang nanti makanku lawuh pindang dan sayur bobor

1 komentar:

  1. Puisi "MENGANTAR" ini menangkap momen keseharian yang sangat nyata dan dekat, menggambarkan seseorang yang mengamati rutinitas seorang wanita di pasar. Setiap detail—kebaya, tas anyam plastik, penawaran sayuran, dan proses membeli ikan asin—memberikan kesan yang hidup dan alami. Akhir puisi yang menggambarkan kebersamaan saat pulang dengan sepeda menambahkan nuansa kasih sayang dan kekeluargaan, berpuncak pada harapan sederhana untuk hidangan yang dinantikan. Ada kehangatan yang terasa dalam interaksi ini, serta penghormatan pada pekerjaan dan peran si wanita dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata