Jumat, 18 Maret 2022

PANUTAN

Telah renta usia sebagai panutan
Genap tuai, ludahnya menjadi suwuk
Sebagai kelor sebagai galih asem
Segala jin jembalang yang mbaurekso jadi mantranya

Usia tak selalu melahirkan wingit
Bahkan menjadi kayu bakarnya pun tidak
Dengan ronce bunga tujuh rupa
Setiap kata yang terucap hanyalah puisi

Biar saja ruang dan waktu menjadi ubarampe
Dengan meniupkan wangi yang menggenapi
Kata-kata yang beryoni sebab dupa
Adalah jimat kalimusada bagi yang ngangsu kaweruh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...