Tersiram derasnya hujan musim
Terbasuh angin samum
Terkapar di bumi lata
Dan matahari tetap sembunyi
Wajahnya malu sebab awan
Orang berkeliaran tanpa takut
Berdesakan di keramaian yang rentan
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar