Rabu, 10 Agustus 2022

PALAGAN

Dimana keberanian kian langka
Tergerus oleh mati konyol
Desing peluru di telinga
Percik api dan bau mesiu

Tubuh-tubuh meregang nyawa
Bercampur anyir darah dan keringat
Pohon dan rumput terpercik
Langit menangis

Dari balik awan
Hujan bunga turun di palagan
Jiwa terbang melayang
Bertemu para bidadari berselendang biru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...