Kerana langit bunting tua
Padahal kemarau juga ingkar janji
Hanya datang ketika angin
Adakah tahun berlalu atawa berkurang
Mungkin saja bertambah jumlahnya
Tapi jika dihitung-hitung mundur dengan jari telanjang
Tanggal satu per satu setiap musimnya
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar