Ketika itu malam nyaris terakhir
Di timur fajar sidik
Hitam dan putihnya terburai
Kepalaku tengadah
Mencari madah
Tanganku terbuka
Menanti jawab
Pada detik selanjutnya
Suara-suara berdatangan
Dari kekosongan asali
Mengetuk sekadar takdir
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar