Senin, 21 November 2022

TANAH BENCANA

Di sana lah ibu menjadikan pertiwi
Bersama musim memanggul dosa waris
Disunggi di kepalanya yang uban
Lalu digebahnya bumi dengan sepenuh hentak

Darah dan daging menjadi saji persembahan
Tembok-tembok rumah berserak seperti remahan
Tangisan meratapi runtuhnya
Tanah merekah tanah terbelah

Setelah amuk bumi gemetar
Anak ayam hilang induk
Nyawa meregang diantara reruntuhan

Seperti beras yang ditampi
Secepat gempa kaki berlari
Semua hilang dalam satu tarikan nafas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...