Selasa, 27 Desember 2022

TOKSIK

Bunda, 
kata-katamu menikam seperti sembilu
Sebagai lidah yang menetes darinya prasangka
Hingga menutupi pandang mataku dengan secarik dendam

Bunda, 
di dalam pikirku manjing seseorang
Seseorang yang menggenggam amarah luka
Seperti bara dalam sekam, ia membakar

Bunda, 
setelah porak poranda hati dan pikiranku
Ia membuang kunci ingatan
Ia bersemayam, namun bukanlah aku adanya

Bunda, 
tak perlulah kau mengasah gerammu dengan kata
Namun tajamnya kau lesakkan pada sanubariku
Hingga aku tercerai berai, mengecil kerdil sebagai debu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata