Ke dalam impian
Seliar apa pun khayalan
Dan ruang di antaranya
Sebuah garis demarkasi
Mengalir darinya duka lara
Karena segenap akhir adalah luka
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar