Pikiran pun terhuyung di pojok teras
Perlahan amarah memerah
Bekilat menjadi biji mata
Namun air mata menghadang pandang
Memisahkan kau dan aku
Disetarikan nafas amarah menghunjam
Sebagai kata sebagai tuba
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar