Pikiran pun terhuyung di pojok teras
Perlahan amarah memerah
Bekilat menjadi biji mata
Namun air mata menghadang pandang
Memisahkan kau dan aku
Disetarikan nafas amarah menghunjam
Sebagai kata sebagai tuba
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar