Pikiran pun terhuyung di pojok teras
Perlahan amarah memerah
Bekilat menjadi biji mata
Namun air mata menghadang pandang
Memisahkan kau dan aku
Disetarikan nafas amarah menghunjam
Sebagai kata sebagai tuba
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar