Dengan sayapnya berwarna perak
Menjelajah padang perburuan
Lalu hinggap bertengger di pokok kayu tua
Lain ketika terbang tinggi di langit jelaga
Mengikuti arus angin kembara
Menukik di hamparan bumi tembaga
Dan terdiam ketika sejengkal matahari
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar