Antara harum yang terhingga dan bau menusuk
Adakalanya membangkitkan kenangan seringnya hanya sambil lalu
Hidung terkadang mencium kehidupan yang riang ria
Juga pesing di marka jalan dekat pos ronda
Dari hidung kita mengencani dunia yang fana
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar