Antara harum yang terhingga dan bau menusuk
Adakalanya membangkitkan kenangan seringnya hanya sambil lalu
Hidung terkadang mencium kehidupan yang riang ria
Juga pesing di marka jalan dekat pos ronda
Dari hidung kita mengencani dunia yang fana
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar