Selasa, 11 Juli 2023

LELAKI DI PERSIMPANGAN

Lelaki itu berdiri di persimpangan
Bahunya yang bungkuk berusaha memanggul dunia
Tempat diletakkannya segenap waspada

Matanya telah katarak 
Mencoba membaca tanda
Namun yang terucap hanyalah gumam tak jelas

Dikala itu pikiran menyerupai kembang jambu
Terkadang masygul menyalib ragu
Sebagai rambu penunjuk arah

Setelah sesaat tenggelam dalam diam
Dilangkahkannya kakinya yang encok
Melintasi perempatan menuju ke seberang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...