Jadi!, maka jadilah cemas
Ditumbuhi sedikit prasangka dan ragu,
sebagaimana kisahmu terbaca oleh waktu
(Cemas adalah kilau pendar mata
ketika kata terdiam tanpa suara)
Demikian itu cemas merambah
Merasuki setiap relung
Menjangkiti akal
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar