Selasa, 03 Oktober 2023

SERDADU DAN KAKI

Ia berjalan sedikit mengendap
Topi bajanya dihiasi dedaunan
Matanya nyalang menatap sekitar
Bajunya sebagai kamuflase

Senapan terkokang siap menyalak
Ketegangan menyelimuti
Langkahnya kian perlahan. Waspada. 
Kesunyian melingkupi

Langkah terakhir
Klik, suara pemantik ranjau terinjak
Ia terpana
Wajahnya pias

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...