Jumat, 10 November 2023

ANGIN AKHIR KEMARAU

Angin kemarau melesak, masuk, 
di siang yang kering, 
lewat jendela pintu yang terkuak, 
lalu berkubang di seantero ruang 

Aku duduk bersandar di sisi. Di tembok
Keringat menetes menganak sungai
Menggenapi kulit, terlebih baju
Kantukpun tak dapat menampik sumuk

Dengan senyap angin mendatangiku, memeluk
Berjingkat di sekujur tubuh hingga bercampur keringat
Sejenak sejuk dan nyaman menyelimuti
Sekejap kemudian terbang melenggang menuju pintu utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata