Selasa, 05 Desember 2023

KETIKA TANGIS IBU

Tidaklah ibu menangis di balik punggung
Biji matanya tak kuasa menanggung
Karena air mata tak hanya duka, 
maka sedu sedan secukupnya saja

Jika teringat belaian ibu ketika mendongeng
Ingatlah, kulit yang kasar itu doa
Dan sapuan kasih tak lekang
Sebagaimana ibu meregang nyawamu

Saat mata tuanya yang teduh meratap
Bibirnya gemetar berkemak kemik
Dilafalkannya segala kebaikan
Dan ditelannya setiap keburukan yang tersirat

1 komentar:

  1. Puisi KETIKA TANGIS IBU ini terasa begitu dalam, menggambarkan kesedihan dan kekuatan seorang ibu. Setiap barisnya memancarkan cinta yang tak terbatas, walaupun sering disampaikan dalam bentuk yang diam dan tak terlihat. Ketika air mata ibu jatuh, ia bukan sekadar ekspresi duka, namun cerminan dari ketabahan, pengorbanan, dan doa-doa yang tak terucapkan. Perpaduan antara kelembutan dan pengorbanan tergambar dalam metafora “kulit yang kasar itu doa”, menunjukkan bahwa cinta seorang ibu tidak selalu hadir dalam bentuk yang halus, tapi penuh pengorbanan.

    Baris penutup menambah kedalaman emosional, menggambarkan seorang ibu yang menerima semua keburukan dunia demi kebaikan anaknya, menelan semua kesulitan tanpa keluhan.

    BalasHapus

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata