Sedang hujan tetap temberang
Dingin menyandera tanganku bersilang
Sekian waktu berselang
Sia-sia penantian
Hujan tak juga hilang
Ketika itu bermula gelisah
Ku songsong derasnya hujan
Ku tembus gelapnya malam
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar