Kamis, 18 April 2024

BERDAMAI

Tak ada jabat tangan
Mulutpun terkatup rapat
Namun hati telah mencair
Dibakar amarah semalam

Seperti bayang perlahan lenyap ditelan kelam, 
telah hitam dengki ini menyertai 
Bila kita berseteru pandang
Adalah kilat di biji mata ketika melirik

Lalu angin meniupkan waktu
Sehingga segala sakit terangkat
Dan tunas tumbuh dari haribaan
Daunnya hijau karena cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...