Kamis, 23 Mei 2024

PISAU TERBANG

(LI SUN HOAN)

Kilaunya menyembunyikan wajah
Waktu seakan berhenti
Jemarinya memegang erat bilah

Mata menatap. Tajam.
Target terkunci
Sekejap pisau membelah udara

Seorang wanita terbelalak
Lehernya tembus pucuk
Darah menitik lalu mengalir

Sinarnya kian pudar
Nyawa meregang 
Pisau tak pernah gagal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...