Kemudian memadat hingga berkerut hitam
Ketika gaya kian kuat menghisap
Cahaya jua terperangkap di dalamnya
Akhirnya iapun kerdil sebagai anak bajang
Lalu terburai seperti debu kosmis
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar