Kamis, 12 September 2024

ADIK KECIL MENANGIS

Matanya cindera
Bening tanpa sedikitpun merah dosa
Menatap dengan harap
Dan ratapnya jatuh di pelimbahan

Ketika tangis tinggal satu dua
Sedangkan belum lah ibu memberi
Bibir tipisnya mengatup hingga sabit
Lalu tangan kecilnya meraih dada

Sepeminum teh ia menyusu
Matanya telah padam cahaya
Nafasnya pelan dan teratur 
Oleh ibu direbahkan di atas dipan beralaskan kain gombal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...