Kamis, 26 September 2024

VONIS

Kuterima selembar kertas
Angka hurufnya berderet
Ketika kubaca sebaris demi sebaris
Ternyata vonis bagi sakit penyakit

Resepsionis diam menatap
Menanti tanya
Namun aku hanya diam
Kukeluarkan dompet kubayar harga terlampir

Tiba-tiba perutku meronta
Antara menyangkal sakit dan pedih
Namun selembar kertas telah berbicara 
Dengan sedikit sempoyongan aku menuju tempat parkir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata